Why We Dance?

Pertanyaan sederhana membutuhkan jawaban yang sederhana pula. Mengapa kita menari? Karena menari membebaskan jiwa kita. Jawabannya semudah itu. Karena itu Coelho menggambarkan Athena, dalam bukunya Penyihir dari Portobello, sebagai orang yang menggunakan tarian untuk membebaskan jiwa mereka.

Aku ingat beberapa tahun yang lalu seorang teman menelfonku dan kami berbincang tentang gerakan seorang penari. Gerakan seorang penari tampak begitu indah manakala jiwanya telah bebas dari ketukan, dari irama, dan dari hafalan akan gerakan. Semua itu tak lain karena ia telah menyatu dengan irama itu sendiri. Tarian dan musik telah menjelma dalam dirinya. Tarian dan musik telah membebaskan jiwanya berkelana.

Aku suka menari -tapi tak seperti adikku yang berbakat tari dan menjadikan tarian sebagai passionnya sehingga dia mengambil jurusan tari-, aku sadar aku g memiliki bakat menari tapi aku menganggap tari adalah sarana untuk membebaskan diriku. Dengan musik dan menari, aku mampu menggerakkan tubuhku, bahkan kadang aku g peduli apabila gerakan itu tidak sesuai dengan nada. Perasaan ini tepat digambarkan dalam buku Coelho, “ketika aku menari, aku menjadi wanita bebas, tepatnya, jiwa bebas yang mampu berkelana menembus alam semesta. Dan itu memberiku kesenangan yang luar biasa (witch of portobello, p 65)

Karena itulah waktu sekolahku mengadakan kegiatan menari, aku menyambutnya dengan gembira. Dulu kami sering menari di hari senin pagi, di sebuah aula di lantai 3 dimana kami menarikan lagu milik hi-5. Kami semua menari bersama, aku, para guru dan para murid. Selain menari bersama di aula tersebut, tak jarang kami juga memutar musik untuk kami menari bersama di dalam kelas. Nampaknya menari juga menjadi sarana untuk melepaskan energi bagi para muridku. Mereka menjadi lebih bersemangat ketika belajar dan lebih gembira. Kami para gurupun juga difasilitasi untuk berlatih menari. Aku ingat dulu sekolah mengundang seorang guru tari yang mengajar kami tarian India dari lagu yang berjudul maahi-ve.

Kegembiraan yang muncul ketika aku menari inipun kutularkan kepada murid-muridku di sekolah yang baru terutama di lower grade. Tetapi bedanya  adalah, muridku saat ini membutuhkan panduan dan arahan untuk gerakan tarinya agar mereka tidak kebingungan saat mendengarkan musik. Tahun kemarin aku menyetelkan mereka musik dan mereka dapat bergerak bebas sesuai dengan irama. Merekapun cepat belajar karena pada waktu itu ada 2 tema yang diajarkan oleh guru seni tentang tarian sehingga mereka lebih bersemangat.  Tahun ini kami tidak mempunyai guru tari lagi. Untuk itu aku bersyukur ada video tutorial yang mengajarkan kami beberapa gerakan tari. Anak-anakku terlihat bersemangat ketika mereka menari. Mereka tampak fokus mengikuti setiap gerakan yang diajarkan dalam tutorial itu. Dan yang tidak kalah menarik adalah energi positif yang terbentuk setelah kami menari. Maka untuk itu aku mengamini kalimat Meghan Trainor yang mengatakan bahwa “i feel better when I’m dancing”. So… shall we dance?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s