Math Mini Project : 3C Store

Salah satu hal yang menyenangkan kami lakukan di tema 2 ini adalah adanya mini project matematika yang mencerminkan apa yang sudah dipelajari di tema 2 ini. Di tema ini kami belajar mengenai uang dan pengukuran. Kami kemudian berdiskusi topik apa yang akan kami ambil untuk dijadikan mini project dan uang terpilih menjadi topik dalam mini project kami.

Saat belajar mengenai uang, kami tidak hanya belajar mengenai nominal uang melainkan juga pertukaran uang, aktivitas jual beli (melalui soal cerita), maupun praktik jual beli secara langsung yang dipersiapkan oleh guru. Aktivitas yang kami lakukan itu cukup berkesan sehingga ketika dibuat menjadi mini project, anak-anakku langsung tahu apa yang ingin mereka lakukan.

Ketika mereka dibagi menjadi 4 kelompok, segera tiap kelompok membuat rancangan mengenai aktivitas jual beli apa yang ingin mereka lakukan. Terbersitlah beberapa ide sederhana seperti misalnya membuka les sempoa, membuka les craft, membuat persewaan mainan, dan juga membuka toko buku (buku yang mereka gunakan untuk jual belipun adalah buku yang mereka miliki di rumah, ditambah dengan buku di perpustakaan kelas kami). Maka merekapun segera mempersiapkan apa saja alat dan bahan yang perlu mereka siapkan dalam “toko” mereka masing-masing dan yang g kalah penting, menentukan harga yang pantas untuk “dagangan” mereka. Yang membuatku terkesan adalah ketika kelompok les sempoa mempresentasikan idenya didepanku, mereka sudah mengetahui apa saja yang akan mereka lakukan, soal apa yang akan mereka berikan, bahkan level kesulitannyapun sudah mereka bedakan. Dan tidak lupa juga mereka menyiapkan “penantang” yang berasal dari salah satu anggota kelompok mereka, untuk para pendatang yang ingin mengetes kemampuan berhitung cepat mereka.

Beberapa hari sebelum aktivitas jual beli kami, anak-anakku dengan penuh semangat membawa alat dan bahan yang mereka butuhkan. Kamipun juga sudah menyiapkan uang-uangan yang dapat kami gunakan untuk aktivitas jual beli kami (uang-uangan itu memiliki nominal dan gambar yang sama dengan uang biasa, hanya saja tertulis “uang mainan” agar siswa tahu bahwa itu tidak dapat digunakan untuk aktivitas jual beli di dunia nyata).

Hari jual beli telah tiba. Anak-anak mulai menata toko mereka masing masing. Mereka juga mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas itu seperti misalnya nama toko, daftar harga maupun desain toko yang mereka inginkan. Mereka saling bekerja sama menyiapkan dekorasi toko yang menarik, dan ketika pengunjung mulai tiba, mereka dengan segera berpromosi.

Melihat antusiasme itu, mau tidak mau aku ikut antusias juga. Persiapan yang sudah dilakukan ternyata mereka laksanakan dengan baik. Feedback yang diberikan pengunjung juga meningkatkan rasa percaya diri mereka. di akhir hari, ketika toko kami mulai tutup, mereka kuminta untuk menghitung berapa uang yang mereka dapatkan (baik secara riil, ataupun dari catatan aktivitas uang mereka) dan menghitung untung rugi yang mereka dapatkan.

In the end, bukan hanya pengalaman menghitung uang saja yang bisa mereka dapatkan, tetapi proses persiapan awal sampai pada akhir hari tutup toko menjadi bahan belajar yang berharga buat mereka

#happy student

#happy teacher

#meaningfull learning

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s