awal masuk sekolah

memasuki tema 1 di awal tahun, aku mempersiapkan kelasku dengan rasa ingin tahu yang tinggi. mantan guru mereka memberi bocoran mengenai perilaku mereka dan nilai akademis mereka. takut? tentu ada selipan rasa itu, terlebih ketika aku membayangkan anak anakku yang sekarang naik kelas 4 yang begitu kondusif. tahun ini menjadi tahun yang meningkatkan semangatku (kayanya aku perlu rajin olahraga biar kinestetik kaya mereka).
mengharapkan sebuah kelas yang tenang dan kondusif, dimana mereka bisa mengikuti semua rules yang ditetapkan? well… thats sounds quite imposible. mengharapkan mereka dapat berhenti bicara dan tidak mudah terganggu dengan berbagai hal yang ada di sekitar mereka (bahkan mereka mengamati ada penggaris di loker mini library, AC yang belum dimatikan (padahal mereka belum pulang atopun keluar dari ruangan), sampai kertas kecil yang ada di meja guru, hal hal kecil itu bisa menjadi pengalih perhatian mereka).
berlawanan dengan dulu dimana banyak muridku yang memiliki kematangan emosi yang cukup baik, tahun ini banyak anakku yang masih berlaku seperti anak anak. sungguh, akan sangat terlihat bahwa mereka masihlah anak-anak. maka kelas yang tenang tinggallah harapan yang terbang bersama awan.
oke, supaya lebih adil, aku akan deskripsikan seperti apa anak anak ini. well, saat mengerjakan tugas mereka bisa tenang, begitu juga saat duduk di karpet, tetapi yang sering terjadi saat perpindahan jam ato di jam terakhir adalah, energi mereka meningkat dimana mereka akan cenderung suka berbicara sehingga kelas menjadi ribut. saat guru menerangkan, terkadang ada celetukan celetukan yang rasanya tidak bisa mereka tahan. tidak sampai menimbulkan keributan memang. tapi saat aku mengajar, terlihat beberapa anak yang mengalami daydreaming, mata memandang ke depan, dengan pikiran yang mengawang awang. bagi siswa yang aktif, mereka selalu melihat hal hal detail kecil yang akan mereka tanyakan, yang terkadang g berhubungan dengan materi yang diajarkan.
Sounds so child and natural, yes… memang itulah mereka. itulah anak-anak, tetapi dalam beberapa hal, maka ini akan mengurangi waktu dalam aktivitas pembelajaran. apakah itu berarti classroom managemenku begitu buruk? well… inilah yang sedang aku evaluasi. Dalam evaluasi itu kami sempat bertanya – tanya, apakah ekspektasi kami yang terlalu tinggi, apakah mereka yang memang susah untuk diatur, ataukah, kami keliru meletakkan persepsi (yang mana pada akhirnya akan berpengaruh pada metode yang akan kami jalani)?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s