PM (Paguyuban Mahasiswa)

Semester lalu aku mulai mendaftar kuliah di salah satu PTN di surabaya. Kalau di perkuliahan sebelumnya aku menjadi seorang perantau, maka kali ini aku kuliah di kotaku sendiri dan tinggal bersama kedua orangtuaku.

Bertahun tahun yang lalu, saat kuliah di jogya, awalnya sempat terbersit kekuatiran karena aku tidak memiliki satu keluargapun disana. Tidak cuma aku, ternyata orangtuaku juga kuatir mengingat hanya aku yang menjadi seorang perantau di keluarga kami.

Tapi ternyata kekuatiran kami segera hilang karena adanya bantuan dari Paguyuban. Sudah menjadi kebiasaan buat mahasiswa teologi yang merantau di luar kotanya untuk membentuk sebuah komunitas, atau dalam hal ini istilahnya adalah paguyuban. Karena aku berasal dari GKJW, maka paguyuban kami disebut PM GKJW atau Paguyuban Mahasiswa GKJW. Tidak hanya GKJW, gereja dari berbagai denominasi juga memiliki paguyubannya sendiri. Masing-masing PM memiliki dosen pengampu yang berasal dari denominasi yang sama untuk membimbing kami.

Selain bertujuan untuk membantu proses adaptasi mahasiswa baru, PM ini juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kolegialitas rekan sekerja, karena setelah lulus, umumnya lulusan teologi akan menjadi Pendeta yang tersebar di berbagai daerah. PM juga berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi dari Gereja pusat ke mahasiswa yang sedang studi. Untuk meningkatkan rasa persaudaraan, maka diadakan pertemuan setiap satu bulan sekali. Karena kami mahasiswa teologi, maka pertemuan ini diisi dengan ibadah yng dipimpin per angkatan, lalu dilanjutkan dengan kegiatan rutin seperti menyampaikan info penting atau saling berbagi kesulitan atau perasaan (curhat gitulah).

Paguyuban ini sangat membantu karena akhirnya kami para perantau g merasa sendirian di kota asing. Aku ingat bahwa salah satu tradisi dari PM GKJW adalah mengkoordinir keberangkatan adik kelas dari Sinode GKJW di Sukun Malang, untuk kemudian dijemput di Terminal untuk tinggal di salah satu kontrakan kakak tingkat selama tes masuk. Hal ini kualami di tahun 2001. Ketika aku mengikuti tes masuk di UKDW, kakak kelas menjemput kami dan mengantar kami di rumah kontrakan mereka (dipusatkan di sana), agar kami tidak kesulitan mencari penginapan selama mengikuti tes masuk. Untuk makanpun, kakak kelas mengajak kami makan bersama di warung warung yang ada agar kami tidak kesulitan mencari makan. Saat tes masuk kami sudah merasakan adanya ikatan kekeluargaan dengan PM dan kami tidak merasa sendirian.

Jika aku ingat ingat lagi, itu adalah pertolongan yang luar biasa besar karena aku, yang tidak mengenal siapapun disana, ternyata memiliki tempat untuk bersandar dan tempat untuk meminta bantuan. Merekalah yang membantuku berdaptasi dan merekalah pulalah yang kemudian menjadi keluargaku. Paguyuban tidak hanya ikatan yang bersifat organisatoris, tetapi PM bagaikan sebuah rumah yang dihuni keluarga dengan berbagai karakter dan saling membantu satu dengan yang lain. Sebagai ungkapan terimakasih kami, maka kamipun melakukan hal yang sama pada adik kelas kami. Alih alih menjadi sebuah beban, menjemput adik kelas baru dan membimbing mereka kini memiliki makna baru, yaitu sebagai ungkapan rasa terimakasih karena kamipun pernah berada dalam posisi mereka.

Kini 10 tahun telah lewat. Aku telah berpisah dengan sedulurku di paguyuban mahasiswa, tetapi kadang kami masih saling melakukan kontak. Walau aku bekerja di ladang yang berbeda, tetapi paseduluran tidak mengenal batas jenis pekerjaan. Aku masih tetap merasakan kehangatan pertemanan yang sama dengan mereka.

Ps : buat kamu yang perantau tanpa ada saudara di kotamu yang baru, aku memahamimu karena aku pernah berada di tempat yang sama denganmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s