anak-anak dan kata-kata

Anak anak selalu menyajikan kejutan kejutan yang menyenangkan. Aku selalu terpesona dengan mereka, seperti anak berusia 3 tahun yang terpesona dengan dunia yang selalu menyajikan hal hal yang baru.

Kids and their magical word

Hari ini aku ke perpustakaan kesukaanku di daerah dr Sutomo. Di sana aku menemukan buku yang bagus yang membantu anak untuk memahami siapa dirinya. Buku itu adalah buku seri hastakarya anak dan berjudul “aku”. dalam buku “aku” digambarkan banyak hal tentang diri anak. dan salah satu hal yang menarik perhatianku adalah waktu aku membaca puisi puisi karya mereka. Aku senyam senyum sendiri waktu membaca puisi puisi mereka. Rasanya bisa disamakan seperti mendapat harta karun yang sangat berharga. Beberapa puisi kutuliskan di notesku terutama puisi yang aku anggap ajaib.

Dua awan kecil

Dua awan kecil hinggap di langit

Angin bertiup dan keduanya menjerit

-lalu hujan !

David McCoy (6 tahun)

 

Guntur

Kudengar

Penabuh gendang

Menampar

Awang awing

Glenys van Every (9 tahun)

 

Bintang bercanda dengan bulan

Tertawanya bersahut sahutan

Lalu bintang dan bulan berciuman

Tery Leong (7tahun)

 

Tuhan

Terimakasih Tuhan kau ciptakan daku

Dan terimakasih untuk pohon besar coklat itu

Terima kasih untuk lalat yang berkilat kilat

Terimakasih untuk mataku yang melihat

Karen Martin (7 th)

 

Anak lelaki

Cakap bijaksana

Makan, tidur dan bermain

Penuh  perhatian terhadap yang lain

Itulah anak lelaku

Jay foggy (9 th)

 

Perasaanku

                Aku pusing

                                Kepalaku berdesing

                                                Tubuhku bagai terbanting

Paul Thompson (6 th)

 

Kebahagiaan

Kebahagiaan adalah rasa senang

Bila tali gaib di dalam diri ditarik seseorang

Dan semuanya mulai terang

Lonceng gereja berdentang

Anak anak berdendang

Itulah kebahagiaan

Alayne Dean (9 th)

 

Kesedihan

Engkau sedih sewaktu merasa sendirian

Engkau sedih sewaktu tak dapat berbicara kepada kawan

Engkau sedih sewaktu semua orang lain menjadi lawan

David Schlotzhauer (7 th)

 

Perahuku

Plung !

Perahuku tercemplung

Blap blap

Perahuku lenyap

Carol Ruben (7 th)

 

Puisi puisi ini istimewa buatku. Dengan bahasa yang menurutku sangat ajaib, mereka mampu merangkainya menjadi luar biasa. aku selalu senyum saat membaca puisi ini.

Violetta, ponakanku yang berusia 3 tahun juga belajar untuk merangkai bahasanya yang luar biasa. aku sangat terkejut dengan banyaknya kosakata dan rangkaian kalimat yang dia miliki. Kemarin aku menggodanya dengan berkata bahwa foto wisudanya itu foto uti dan bukan fotonya vio. Vio menjelaskan bahwa itu adalah gambar dirinya “ ini adek vio. Matanya mirip gitu…. Ini uti, ini akung. Adek vio pake lipstick. Bunda yang kasi adek lipstick. Ini gambar uti sama akung, pake baju kayak adek vio”

Buat kita, mungkin itu adalah hal yang biasa, tapi buat anak yang berumur 3 tahun, aku suka mendengar deskripsinya. Bahasa merupakan hal yang sangat penting terutama dalam masa masa tumbuh kembangnya. Bahasa akan menjadi penyambung komunikasinya dengan setiap orang yang dijumpainya. Karena itu banyak orangtua yang kuatir kalo sampe anaknya yang berumur 3 tahun hanya mengucapkan kata kata yang sangat sedikit, atau bahkan g berbicara sama sekali. Karena itu, kita sering mendengar nasihat bahwa orangtua harus sering mengajak anaknya berbicara, supaya anak anak juga menyerap kosakata baru. Kalo orangtua apatis, dan hanya membiarkan si anak sendirian tanpa mengajaknya berbicara, darimana dia akan belajar dan memiliki kosakata baru? Tapi tentu saja ada banyak hal lain yang mempengaruhi kemampuan anak untuk berbicara, antara lain kematangan biologis mereka dalam arti, usia awal, adalah masa dimana mereka belajar mumbling (menggumam), untuk menguatkan syaraf di bibir.

Mengajak bicara, membacakan buku, bernyanyi bersama, adalah cara cara yang bisa kita lakukan untuk melatih dan memperbanyak kosakata anak. Sederhana, tetapi sangat perlu. Bahkan ketika anak mulai dapat bercerita dan sudah dapat memproduksi banyak kata sekalipun, tetaplah bersabar untuk mendengarkan cerita mereka. Dengan begitu mereka akan memiliki kepercayaan diri untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain.  

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s