tentang jale

Beberapa minggu yang lalu aku ke rumah mbah di blitar. Disana aku ketemu dengan keponakanku yang bernama Jale. Jale ini anak laki laki berusia 9 tahun dan tahun ini akan naik ke kelas 5. Jale mempunyai adek kecil yang bernama kalea yang masih berumur 1 tahun. Mama papa jale membuka usaha laundry dan usaha ini nampaknya menjadi maju karena setiap hari selalu ada saja orang yang mencucikan bajunya di tempat mereka. Kesibukan dari orangtua punya imbas yang cukup besar pada jale. Pada akhrinya, jale sebagai kakak tertua harus menjaga lea adiknya, dan mereka sering dititipkan di rumah si mbah untuk menemani mbah juga. dengan kata lain, jale mempunya tanggung jawab pada lea dan mbah.

Aku pernah bertanya ke jale, kenapa kok g main sama teman temannya, dia bilang g suka sama teman temannya. Aku pernah juga bertanya apakah dia punya handphone, dia bilang punya, tetapi dirusakkan kalea. Dia menceritakan itu (rusaknya hape) dengan nada biasa saja.

Cerita lain, temanku pernah bertanya ke jale tentang cita cita jale. Dia bilang pengen ada apotik deket rumah supaya bisa beli obat untuk mbah di dekat rumah. Dia juga pengen ada pasar di dekat rumah mbah supaya mbah g pergi jauh jauh untuk belanja

Jawaban jale yang luar biasa ini membuat temanku terpana. Baginya, jawaban jale yang sangat social ini sangat luar biasa. di tengah kehidupan modern saat ini, dimana anak akan lebih memilih untuk bermain dengan temanya, jale memilih pandangan yang berbeda. Dia menjalankan tanggung jawabnya dengan luar biasa, dan memiliki pandangan hidup yang g kalah istimewa. Di sisi ini aku setuju dengan temanku, jale memang istimewa

Apakah ini nature or nurture, well, aku rasa keduanya memainkan peran yang sangat besar dalam pilihan hidup jale.

Usia jale adalah usia pra remaja dimana pada saat itu ada banyak perubahan yang terjadi dalam dirinya. Yang dulunya kemekatan pada orangtua menjadi hal yang penting, kini dia mulai melepaskan kemelekatan itu. Anak anak pada usianya akan mengembangkan kemampuan sosialnya dengan bermain bersama kawan sebayanya dan berusaha untuk mencari tempat dalam lingkungannya. Jika kemampuan ini tidak dimiliki, maka dia akan mengalami kesulitan untuk bersosialisasi dengan sesamanya.

Menarik untuk dapat melihat jale lebih jauh, tetapi sayangnya aku belum mendapat kesempatan untuk berinteraksi lebih lama dengannya. Seandainya aku bisa melihatnya bermain dengan teman teman, lalu berbincang dengannya lebih lama, tentu akan sangat menyenangkan untuk melihat keistimewaan yang dimilikinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s