Monthly Archives: June 2013

My lovely students 1 B

My lovely student 1 B

Tak terasa setahun sudah berlalu. Perjalanan yang aku lalui kali ini terasa singkat. rasanya seperti baru kemarin aku mengenal mereka yang masih sangat kekanakan. Aku ingat di hari pertama masuk sekolah. Orangtua diijinkan untuk melihat hari pertama anak mereka bersekolah. Hal ini hanya berlaku untuk anak kelas 1 saja sementara yang sudah naik di kelas 2 sudah tidak diberlakukan lagi.

Aku ingat di hari itu beberapa orangtua berdiri di depan pintu kelas. Ada yang memotret anaknya. Ada yang dengan setia menunggui anaknya sambil berharap anaknya tidak menangis. Ada yang penasaran dengan kegiatan kami. Tapi mereka cukup tertib karena tidak berusaha untuk masuk di dalam ruang kelas.

Hari itu anak-anakku masih sangat kekanakan. mereka belum memahami aturan yang berlaku di SD. Anak anak menampilkan ekspresi sumringah karena sudah berhasil naik satu tingkat ke level SD. Mereka sedang meraba apa yang akan terjadi nanti di SD. Untuk dapat mencairkan suasana, kadang kami mengajak mereka untuk menyanyikan beberapa lagu yang biasa mereka nyanyikan saat di preschool.

Setelah 30 menit berdiri dan mengawasi anak-anak mereka, satu persatu orangtua mulai pulang. mereka sadar bahwa tidak ada gunanya menunggu anak mereka lagi. anak-anak sudah merasa senang dengan dunia barunya. tidak ada tangisan, tidak ada perpisahan yang terlalu susah… semua tersenyum bahagia pada saat itu.

Wajah wajah yang tersenyum di dalam ruangan kelas itu belum menyadari bahwa akan ada jam belajar yang lebih panjang.. akan ada pelajaran yang jumlahnya lebih beragam, akan ada soal soal ulangan, latihan membaca dan menulis serta berhitung… Tidak… mereka belum menyadari itu. Yang ada dalam benak mereka adalah… “aku memasuki sebuah fase baru… fase dimana aku sudah menjadi anak besar.. dan aku bisa menyebut anak preschool sebagai adik adik”. Ada kebanggaan yang terpancar dalam wajah mereka. Tapi sungguh… mereka tidak tahu apa yang akan mereka hadapi nantinya.

Ada satu kebiasaan yang berlaku di preschool. Biasanya siswa dan guru akan melepas sepatu dan meletakkan sepatu mereka pada rak yang telah tersedia. Hal ini berbeda dengan di SD. Di SD, kami harus mengenakan sepatu sepanjang hari. Karena belum mengetahui peraturan tersebut, ada beberapa anak yang bertanya… “ms dimana tempat sepatunya?”. Sementara aku hanya tersenyum dan memberi pengertian kepada mereka peraturan baru di SD. Itulah sebabnya ketika ada seorang anakku yang melepas sepatu karena dia merasa kepanasan di kakinya, aku menyuruhnya untuk memakai sepatu itu kembali. Mereka bertanya kenapa kok harus pakai sepatu ms? Dan aku menjawab.. “Apabila tidak memakai sepatu, maka kaki akan menjadi sangat kotor karena kita akan mobile cukup lama di sekolah.

Di preschool, jam belajarnya hanya 3 jam, namun di SD mereka akan masuk mulai dari pukul 07.30-12.30 atau dengan kata lain 5 jam di sekolah. Menjelang jam 10, mereka mulai gelisah karena sekolah tidak kunjung berakhir. Mereka baru sadar bahwa sekolah kali ini berbeda dengan sekolah yang sebelumnya. Walaupun sudah kami beri pemahaman, namun karena antusias dan kurang paham, mereka masih belum sadar bahwa di SD akan memakan waktu yang lebih lama. Menjelang jam 12 saat circle time akhir beberapa dari mereka bertanya : kok sekolahnya lama? (dan itulah salah satu alasan kami tidak langsung memulai pelajaran di 3 hari pertama masuk sekolah. Hal ini kami lakukan sebagai pemanasan buat mereka agar mereka dapat beradaptasi terlebih dahulu dengan suasana SD).

Setiap hari yang kulalui sejak hari pertama sampai hari ini adalah hari hari yang mengesankan. di awal tahun biasanya kami akan mengeluarkan energi yang ekstra karena ada beberapa anak yang memiliki penyesuaian cukup lama seperti misalnya belum dapat membaca dan menulis, atau masih belum memahami konsep pelajaran di SD karena itu memang adalah dunia yang cukup baru buat mereka. Di preschool tidak ada pelajaran yang spesifik disebut civic, social, BI, English Mulok atau nama nama pelajaran lain, sehingga bagi beberapa anak, hal itu akan terasa seperti dunia yang asing.

Kini satu tahun ajaran telah berlalu. Yang tadinya tidak dapat membaca, kini sudah mulai dapat membaca. Yang awalnya membutuhkan pendampingan dari kami setiap kali mengerjakan tugas, kini sudah mulai dapat kami lepaskan. Banyak sekali perubahan yang aku rasakan dari anak anak ini. Menyebutkannya satu persatu tidak akan ada habisnya. Setiap cerita begitu bermakna. Melihat wajah wajah penuh kebanggaan mereka ketika berhasil menang dalam kontes science, senyum mereka dalam setiap games yang kami berikan. Antusiasme mereka menjawab setiap pertanyaan dalam kuiz ataupun cerdas cermat yang kami lakukan. Wajah-wajah serius ketika mengerjakan soal. Semua itu tergambar jelas dalam benakku.

Inilah rasa beratnya menjadi seorang guru. Berat rasanya menyadari bahwa waktu sangat cepat berlalu. Mungkin aku masih akan bisa bersama mereka, mungkin juga tidak. Apapun itu aku pasti akan mendoakan yang terbaik bagi mereka, karena mereka adalah bagian dari hidupku dan aku pernah menjadi bagian dari hidup mereka. Love you my kids….

 

 

Advertisements