Monthly Archives: February 2013

kompetisi sains

minggu kemarin kelasku mengadakan open house yang bertepatan dengan perayaan Imlek. Salah satu agenda acaranya adalah science competition. persiapan yang dibuat membutuhkan waktu yang cukup singkat yakni sekitar satu bulan. penyisihan pertama diawali dengan mencontek acara “ranking satu”. Guru memberikan pertanyaan dan murid menuliskan jawabannya pada selembar kertas, lalu anak-anak mengangkat jawaban mereka. jika jawaban mereka salah, maka mereka harus tersisih. penyisihan ini dilakukan di masing-masing kelas (for the information, karena kami adalah sekolah baru, maka kami baru memiliki 5 kelas).

dari babak penyisihan itu dipilihlah 6 besar yang akan bersaing lagi untuk masuk dalam 3 besar untuk mewakili kelas masing-masing. anak yang masuk dalam peringkat 6 besar akan melihat sebuah experimen dan mereka harus mempresentasikan apa yang terjadi dan hasil dari experimen dengan menggunakan bahasa Inggris. Dari 6 anak itu terpilihlah 3 anak yakni Ino, Virly dan Darren. Kami mempunyai waktu hanya 3 hari ini berlatih yakni hari senin-rabu (4-6 Februari). Sementara anak kelas lain berkesempatan untuk sering berlatih, kami harus berlatih tanpa darren karena ia ada acara keluarga di Bali. Aku cukup deg-degan karena kompetisi tinggal beberapa hari. hari rabu mama darren menjanjikan bahwa anaknya akan datang ke sekolah untuk berlatih, namun kami sudah menunggu2 dia tapi dia tidak datang juga. akhirnya kami mengadakan latihan tambahan dengan personel lengkap di hari kamis. itu adalah latihan pertama kali dengan darren. untungnya virly dan ino cukup cepat untuk beradaptasi dengan hal itu.

sewaktu latihan, darren mempresentasikannya dengan suara yang cukup lantang walau presentasi itu dilakukan dalam bahasa inggris dengan logat jawa yang cukup kental. Latihan itu didukung dengan ino dan virly yang cukup kompak dan sigap saat presentasi. aku juga memberitahu mereka bahwa display board yang mereka pakai saat itu adalah hasil buatan dari teman-teman kelas mereka sebagai wujud dukungan mereka terhadap finalis ini.

Pembuatan display board ini tidak kalah istimewa. beberapa anak cowok yang aku tahu cukup rapi dalam mewarnai, aku minta mereka untuk mewarnai, sementara beberapa anak perempuan menggunting hiasan dan membantu untuk menempelkan guntingan itu.

beberapa hari sebelum pembuatan display board itu aku sudah memberitahu anak2ku kalau kami semua akan memberikan dukungan kepada finalis dari kelas kami dengan cara membuat display board sebaik mungkin. dan saat pengerjaan, mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh

sebelum science competition, aku mengajak mereka berdoa dan dalam doa itu kami mohon supaya kami bisa memberikan yang terbaik dalam kompetisi ini. herannya, mereka tampak cukup tenang sementara kami para guru dari masing-masing kelas malah deg2an.

Saat mereka presentasi, aku hanya bisa memberikan dukungan dari bangku penonton. aku menyerahkan apapun hasilnya pada juri karena terus terang, percobaan kami adalah percobaan yang paling sederhana. kami membuat experimen mengenai benda bergerak di lintasan yang mulus dan di lintasan kasar. ketika juri memberikan pertanyaan, untungnya anakku dapat menjawabnya dengan menggunakan bahasa Inggris dan ketika kutanya kepada salah seorang juri, dia mengatakan jawaban yang diberikan tepat dan dia puas dengan jawaban itu…

hari ini aku mendapat bocoran dari temanku bahwa kelas kami mendapat juara 1. aku sangat bangga dengan hasil kerja keras anakku. aku tak menduga bahwa kami akan mampu meraih juara 1. aku mendengar bahwa semua finalis akan mendapatkan penghargaan, tetapi menjadi juara 1, aku harus koprol sambil bilang WOW…. ^_^

jika aku ingat-ingat lagi apa yang aku rasakan selama semester 1, terus terang aku cukup pesimis dengan mereka. bayangkan, dari 19 anak yang kuajar, ada 2 anak yang tidak berbahasa inggris maupun Indonesia, selain itu ada 5 anak yang belum lancar membaca dan menulis. dengan kata lain, kelas ini aku rasa cukup spesial. tetapi walaupun begitu, aku cukup bersyukur karena mereka cukup tenang dalam arti banyak dari mereka yang mempunyai karakter sensitif. untungnya hanya 1 anak yang mudah menangis, tapi saat ini dia jauh lebih tough sekarang.

belum lagi mereka masih melalui masa penyisihan dari TK ke SD. Banyak dari mereka yang masih sangat kekanakan dan belum menyadari bahwa mereka sudah masuk di SD. tapi aku merasakan kini mereka sudah cukup berubah. mungkin karena mereka sudah melalui satu semester di SD dan mulai merasa bahwa mereka bukan anak TK lagi. apalagi di semester 2 ini kami cukup sering mengingatkan mereka untuk menjaga sikapnya karena mereka akan naik ke kelas 2. jika mereka tidak mampu menjaga sikap, maka guru akan mempertimbangkan bisa tidaknya mereka naik ke kelas 2 (untuk info tambahan, syarat kenaikan kelas di sekolah kami tidak hanya dengan mempertimbangkan nilai akademis anak saja tetapi juga nilai life skill mereka. apabila mereka mendapat banyak nilai D -yang mana artinya adalah developing- maka mereka tidak akan naik kelas)

hari ini mereka berhasil memenangkan sesuatu… suatu hari mereka pasti bisa meraih impian yang lebih tinggi lagi. aku percaya itu. kerjasama, kerja keras, saling peduli, dan tak lupa doa… adalah kunci kesuksesan sebuah tim ^_^

congrats to my kids… aku bangga bisa menjadi bagian dari hidup mereka ^_^

Advertisements