edisi belajar lagi

i could loudly said “this semester would be a very great challenge for me”

semester ini sangat berbeda dengan yang aku alami sebelumnya. kelasku di tahun ini memiliki banyak cerita yang masih belum dapat kusebut manis, tetapi tetap aku menyebutnya berharga karena ada banyak sekali yang aku pelajari.

di tahun pertamaku di SD ini (tahun ajaran 2011-2012) aku adalah seorang guru junior. aku berpartner dengan seorang yang juga masih baru setahun mengajar di SD. ketika berpartner dengannya, aku banyak bertugas mengurus administrasi kelas dan mengawasi jalannya kelas sementara dia berkutat di urusan seputar orangtua dan hubungan keluar. administrasi kelas adalah salah satu kelebihanku, sehingga kelas kami dapat dikatakan cukup sukses karena anak-anak kami cukup menonjol baik secara karakter maupun akademis, serta administrasi kelas kami yang cukup tertata rapi.

ada beberapa hal yang mengalami perubahan di tahun keduaku ini

1. tahun ini aku dipercaya untuk menjadi guru kelas senior dimana aku dipasrahi untuk bertanggung jawab terhadap anak-anak kelasku dan juga bertanggung jawab atas guru kelas junior. jika pada tahun pertamaku di SD aku lebih banyak mengurus administrasi kelas, maka di tahun ini aku bertanggungjawab atas keseluruhan kelas.

2. anak-anak yang kudidik mempunyai perbedaan yang sangat mencolok dengan anak-anakku di tahun lalu. jika di tahun lalu mereka lebih siap dan matang baik secara akademis maupun life skill, maka di tahun ini banyak anak yang mengalami masalah dalam bidang akademis. banyak dari mereka yang belum dapat membaca dan menulis. aku menghitung, dari 19 anak yang kuajar, maka 7 anak diantara mereka masih membutuhkan pendampingan personal dari guru dikarenakan mereka belum dapat membaca dan menulis. dari segi life skill juga cukup berbeda. jika di tahun lalu anak-anakku lebih matang/siap untuk mengikuti irama atau masa SD, maka anak-anakku di tahun ini lebih banyak yang masih bertingkah manja dan kekanakan serta masih cukup egois.

3. adaptasi dengan partner baru. tahun lalu pembagian kerja kami cukup seimbang dimana dia berperan sebagai performer, pemikir untuk polishing kelas, sementara aku menguatkannya di bidang administrasi. dulu partnerku banyak mempunyai ide2 yang brilian (yang kadang kuakui cukup menjengkelkan karena pada akhirnya aku yang banyak berlelah untuk ide2nya), untuk pertunjukan, untuk performance kelas, dialah yang selalu kuandalkan. kami saling mengisi kelemahan kami. tahun ini partnerku mempunyai karakter yang berbeda. administrasi pribadinya masih belum cukup baik, segi kepedulian terhadap apa yang terjadi di kelas juga masih perlu untuk diasah lagi, ditambah lagi dengan kekecewaannya pada pihak sekolah, hal itu semakin menguatkannya untuk menjaga jarak dengan sekolah. akibatnya aku pontang panting karena tugasku seolah menjadi ganda, karena selain masih mengurusi sebagian besar administrasi kelas, aku juga harus mengurusi urusan keluar (komunikasi dengan orangtua, jembatan info, mengurus anak dll).

dapat dikatakan tahun ini sangat menguras energi buatku. bahkan ada saat-saat dimana aku merasa lelah, bukan lelah untuk menjadi seorang guru, tetapi lelah dengan tuntutan yang terlalu tinggi yang diminta oleh pihak sekolah.

pagi ini aku merenungkan, betapa Tuhan telah mengajarku dengan sangat luar biasa. saat aku sudah mulai PD dengan kemampuanku menata kelas, kali ini aku diberi pelajaran baru, yakni belajar untuk berkomunikasi dengan orangtua, berkomunikasi dengan tim, berkomunikasi dengan anak, bagaimana cara untuk bersabar menghadapi berbagai karakter yang disertai dengan kelemahan akademis… itu membuatku belajar sangaaaatttt banyak sekali. lelah… yeap… memang itu cukup melelahkan, tapi di sisi lain… ini menyadarkanku bahwa akupun masih harus banyaaakkk belajar. jika selama ini aku  merasa aku sudah pintar dan hebat dalam managemen kelas, tetapi ternyata mereka – anak-anakku yang sangat kusayang berserta ortu mereka dan berbagai dinamika yang terjadi di sekolah- mengajarku dengan cara yang istimewa.

thanks God. walau ini masih baru di pertengahan tahun ajaran, tetapi rasanya aku masih dapat mengucap syukur atas apa yang aku jalani…. Aku sadar aku g selalu berhasil dalam perjalanan ini, tapi setidaknya aku sudah mencoba dan melalui semua itu dengan membawa bekal baru dalam hidup. Thanks God for this life ^^v

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s