Mean Girl

“Suatu hari ada seorang gadis yang berasal dari Afrika Selatan datang ke sebuah SMU. Di sana ia bertemu dengan berbagai macam siswa. Ia bertemu dengan anak yang terkenal di sekolah maupun yang mendapat julukan “kuper”. Pada akhirnya ia mendapat tepat di golongan murid yang terkenal, dan ia bahkan berhasil memecah belah mereka”

Itu adalah sekelumit cuplikan film mean girl yang dibintangi Lindsay Lohan. Setiap kali aku mengingat dia, aku selalu teringat akan film ini. Akankah dia jadi salah satu siswa idola di SMU dan menjadi seorang “mean girl”.

Ghina namanya. Sejak awal aku melihatnya, aku melihat ada yang berbeda dari dirinya. Dia tidak cantik, tetapi dia punya kepribadian yang kuat. Dia tidak mudah terombang-ambing pada perasaannya. Dia cenderung mendominasi teman-temannya. Dia memilih maupun “menyingkirkan” teman-temannya. Aku ingat dia dulu pernah membuat temanku yang juga seorang guru menangis. Ceritanya seperti ini. Temanku sangat membenci binatang yang disebut cicak, kadal ataupun yang seperti itu. Suatu ketika ada seorang murid yang membawa kadalnya ke sekolah, dan Ghina melihat ekspresi ketakutan dari temanku. Tahu bahwa temanku takut, bukannya meminta temannya untuk menyingkirkan kadal itu, dia malah meminta temannya ini untuk membawa kadal itu mendekati temanku sehingga temanku menjerit dan menangis. Dapat kita bayangkan, seorang yang berusia 27 tahun dibuat menangis oleh anak berusia 6 tahun. Sejak saat itu aku merasa anak ini perlu mendapat pendidikan sopan santun secara khusus.

Beberapa bulan kemudian dia lulus dari TK dan ternyata Tuhan mempertemukan kami. Ghina menjadi anakku di kelas 1 A. dapat dibayangkan betapa perasaanku tidak bisa dikatakan positif pada saat itu.

Awalnya kami merasa cukup kesulitan untuk mengubah karakter anak ini. Dia begitu mendominasi teman-temannya, dia cenderung mengatakan sesuatu sesuai dengan “versinya” dan bukan dengan kenyataan yang sebenarnya, cenderung genit dan sangat suka berbicara. Kami sering memanggil anak ini secara personal untuk kami ingatkan. Begitu juga, kami mendengar laporan-laporan dari luar mengenai perilaku Ghina di luar sekolah yang mendominasi temannya dan terkadang suka mengatakan hal yang jahat pada temannya. Sehingga lengkaplah sudah, kami tidak dapat menemukan sisi positif darinya.

Ghina sangat dekat dengan Nada. Ia begitu mengagumi Nada sekaligus mendominasi Nada. Apapun yang dilakukan Nada akan dibelanya dan ia bersedia untuk membela Nada mati-matian, dan pendapatnya tidak pernah berubah tentang suatu hal.

Melihat ini kami mencoba sebuah pendekatan yang lain. Kami melihat ia sangat menjaga Nada. Akhirnya kami manfaatkan karakter ini untuk hal yang lebih positif. Kami memintanya untuk menjadi buddy system untuk Michael Jefferey, seorang anak autis di kelasku. Kami memberikan masukan-masukan yang positif dan pujian buat dia. Jika ada teman yang merasa tersakiti olehnya, kami mengawal dia untuk meminta maaf pada teman itu.

Lambat laun apa yang kami lakukan membuahkan hasil. Kami melihat perubahan pada karakternya. Yang pada awalnya ia selalu berusaha untuk mendominasi, namun kali ini ia tidak mendominasi lagi. Jika teman-teman tidak setuju pada pendapatnya maka ia tidak akan memaksa mereka untuk mengikuti idenya. Ia juga mau berteman dengan siapa saja yang ada di kelas, terutama dengan teman perempuan. Ia juga tidak genit lagi dan tertuju pada salah satu anak cowok. Ia mulai jadi makin dewasa dan bertanggung jawab.

Ghina membuatku belajar, terkadang untuk dapat merubah karakter seorang anak, tidak dapat dilakukan dengan instant seperti keinginan kita. Mereka juga membutuhkan waktu untuk berubah. Beri dia tanggung jawab yang dapat ditangungnya dan sesuai dengan bakatnya, maka lambat laun itu akan merubah karakternya. Aku juga coba untuk belajar mengubah perspektifku, jika aku melihat dia secara negative dan merugikan kelas, maka itulah yang akan terjadi padanya. Dia akan bertumbuh menjadi anak yang sangat tidak menyenangkan untuk dididik. Tetapi ketika kami melihatnya sebagai anak yang potensial, maka kami akan menemukan cara baginya untuk membantu dirinya dan disaat yang sama, membantu kami juga.

See them in positive way, and they will show positive act to you” ~ ShY~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s