roleplay sebagai media mengajar

sudah beberapa kali sekolah kami menggunakan roleplay sebagai metode mengajar. roleplay menunjuk pada perubahan peran baik secara disengaja ataupun tidak. dengan kata lain dalam hal ini kami meminta anak-anak kami untuk berperan sebagai orang lain yang sedang melakukan kegiatan tertentu (baik dalam kegiatan cooking class maupun roleplay tentang mencari alamat). dalam bulan ini sudah dua kali kami mengadakan roleplay.

yang pertama adalah tentang mencari alamat. Kegiatan ini dilakukan di playground sekolah yang memiliki fasilitas seperti jalan umum yakni ada lampu lalu lintas dan rambu-rambu lainnya. Dalam roleplay kali ini kami membagi anak anak menjadi beberapa peran yakni sebagai pejalan kaki, pencari alamat, polisi, penjaga warung maupun pemilik rumah. peran utama tentu saja terletak pada diri si pencari alamat. dia akan bertanya kepada polisi dimanakah jalan yang dimaksud, setelah dia sampai pada jalan tersebut, dia akan bertanya pada pemilik warung manakah rumah yang hendak dituju olehnya. setelah sampai pada rumah yang dituju dia akan kembali bertanya apakah benar ini rumah yang dimaksud pada pemilik rumah.

pada roleplay ini anak-anak dapat belajar percakapan sederhana yang sopan (mengucapkan salam, maupun terimakasih karena sudah diberi informasi) yang berkaitan dengan pelajaran bahasa Indonesia. untuk pelajaran civic mereka belajar mengenai rambu-rambu lalu lintas yang mereka temui di jalan, aturan apa saja yang berlaku seperti menyeberang di zebracross dll. Di pelajaran social mereka belajar untuk memahami denah rumah, arah mata angin dan kegunaan dari alamat.

roleplay yang kedua adalah kegiatan cooking class. tampaknya sekolah kami senang mengadakan cooking class karena ini sudah yang kedua kalinya kami mengadakan kegiatan ini, namun kali ini dengan menu yang berbeda. kali ini kami memasak sweetcorn alias jagung manis karena cukup sederhana untuk dibuat oleh anak-anak kelas 1 SD, selain itu bahannya juga mudah didapat.

pada sessi pertama anak-anak akan belajar matematika. pertama mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok itu akan diberi uang (palsu) dan orang-orang tertentu dipilih untuk mengumpulkan kembali uang sesuai dengan nominal masing masing. kemudian guru memilih dua asisten untuk menjadi kasir di bank. sementara itu di tiap kelompok sekarang belajar untuk menentukan bahan belanjaan apa yang mereka butuhkan untuk membuat sweet corn dan mereka belajar untuk menghitung pengeluaran mereka. setelah diketahui berapa jumlah uang yang mereka butuhkan, masing-masing ketua kelompok kemudian mengambil uang sesuai dengan jumlah yang ditentukan oleh mereka dan di sini mereka harus dapat bercakap-cakap dengan bahasa yang sopan.

di sesi kedua mereka berbelanja di pasar. di sesi ini dipilih 3 orang untuk berperan sebagai 2 penjaga toko makanan dan satu orang kasir. untuk berbelanja sendiri juga tidaklah mudah karena mereka seolah harus melewati perjalanan yang panjang dan menyeberang di sebuah. sungai yang dimaksud adalah dua buah kursi yang diberi balok titian, jadi mereka berlatih untuk berjalan di atas balok keseimbangan. setelah itu barulah mereka berbelanja danmembayar belanjaan mereka

di sessi ketiga mereka diajarkan langkah2 untuk memasak sweet corn (karena mereka masih baru kelas satu, jadi mereka diajar untuk memasak hal yang cukup mmudah mereka iangat terlebih dahulu)

di roleplay yang kedua ini mereka belajar matematika (menghitung uang), PE (merangkak, berjalan di balok titian, naik turun tangga), BI (percakapan sederhana), science (perubahan wujud atau tekstur benda, dari yang belum matang ke yang sudah matang, perubahan warna masakan, lelehnya mentega jika terkena panas dari jagung yang baru dikukus dll)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s