Monthly Archives: February 2012

a teacher

what is e meaning of a teacher???

in indonesia, teacher means guru. Guru comes from word “digugu” lan “ditiru”, or in other word, a teacher should be a role model for their student. not just teaching about knowledge, but also give a good example in life. sometimes teacher have a equal level with a priest or religious leader. a priest can also be a teacher but some teacher cannot be a priest unless he/she have a degree in theology.

there’s two thing about being a teacher. first, its about a vocation, simply comes from the heart, a passion to teach others. the second is, simply about a money. rather than being unemployment, it is better to applying position as a teacher (passion vs proffesion). indonesian economyc growth also make impact in educational field. lots of school that build with their varieties. international school, national plus school are common in big city like jakarta, surabaya, bali, jogyakarta etc. The rapid growth of schools in Indonesia is directly proportional to the high demand for teachers.  Lots of schools are opening job vacancies since february until june.

passionate teacher give their best effort to teach the student and try their best to be a good example in their life so they can be the real “guru” (digugu lan ditiru “being honoured and become rolemodel). he/she can understand what the students needs and not only thing about her/his need. a professional teacher also did the same thing, but what makes it different is that a professional teacher do it because the are proffessional and ussualy not comes from the heart. they work as professionally as long as they get rewarded and not work by their heart.

so… which teacher are you??? do you have another opinion???

 

roleplay sebagai media mengajar

sudah beberapa kali sekolah kami menggunakan roleplay sebagai metode mengajar. roleplay menunjuk pada perubahan peran baik secara disengaja ataupun tidak. dengan kata lain dalam hal ini kami meminta anak-anak kami untuk berperan sebagai orang lain yang sedang melakukan kegiatan tertentu (baik dalam kegiatan cooking class maupun roleplay tentang mencari alamat). dalam bulan ini sudah dua kali kami mengadakan roleplay.

yang pertama adalah tentang mencari alamat. Kegiatan ini dilakukan di playground sekolah yang memiliki fasilitas seperti jalan umum yakni ada lampu lalu lintas dan rambu-rambu lainnya. Dalam roleplay kali ini kami membagi anak anak menjadi beberapa peran yakni sebagai pejalan kaki, pencari alamat, polisi, penjaga warung maupun pemilik rumah. peran utama tentu saja terletak pada diri si pencari alamat. dia akan bertanya kepada polisi dimanakah jalan yang dimaksud, setelah dia sampai pada jalan tersebut, dia akan bertanya pada pemilik warung manakah rumah yang hendak dituju olehnya. setelah sampai pada rumah yang dituju dia akan kembali bertanya apakah benar ini rumah yang dimaksud pada pemilik rumah.

pada roleplay ini anak-anak dapat belajar percakapan sederhana yang sopan (mengucapkan salam, maupun terimakasih karena sudah diberi informasi) yang berkaitan dengan pelajaran bahasa Indonesia. untuk pelajaran civic mereka belajar mengenai rambu-rambu lalu lintas yang mereka temui di jalan, aturan apa saja yang berlaku seperti menyeberang di zebracross dll. Di pelajaran social mereka belajar untuk memahami denah rumah, arah mata angin dan kegunaan dari alamat.

roleplay yang kedua adalah kegiatan cooking class. tampaknya sekolah kami senang mengadakan cooking class karena ini sudah yang kedua kalinya kami mengadakan kegiatan ini, namun kali ini dengan menu yang berbeda. kali ini kami memasak sweetcorn alias jagung manis karena cukup sederhana untuk dibuat oleh anak-anak kelas 1 SD, selain itu bahannya juga mudah didapat.

pada sessi pertama anak-anak akan belajar matematika. pertama mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok itu akan diberi uang (palsu) dan orang-orang tertentu dipilih untuk mengumpulkan kembali uang sesuai dengan nominal masing masing. kemudian guru memilih dua asisten untuk menjadi kasir di bank. sementara itu di tiap kelompok sekarang belajar untuk menentukan bahan belanjaan apa yang mereka butuhkan untuk membuat sweet corn dan mereka belajar untuk menghitung pengeluaran mereka. setelah diketahui berapa jumlah uang yang mereka butuhkan, masing-masing ketua kelompok kemudian mengambil uang sesuai dengan jumlah yang ditentukan oleh mereka dan di sini mereka harus dapat bercakap-cakap dengan bahasa yang sopan.

di sesi kedua mereka berbelanja di pasar. di sesi ini dipilih 3 orang untuk berperan sebagai 2 penjaga toko makanan dan satu orang kasir. untuk berbelanja sendiri juga tidaklah mudah karena mereka seolah harus melewati perjalanan yang panjang dan menyeberang di sebuah. sungai yang dimaksud adalah dua buah kursi yang diberi balok titian, jadi mereka berlatih untuk berjalan di atas balok keseimbangan. setelah itu barulah mereka berbelanja danmembayar belanjaan mereka

di sessi ketiga mereka diajarkan langkah2 untuk memasak sweet corn (karena mereka masih baru kelas satu, jadi mereka diajar untuk memasak hal yang cukup mmudah mereka iangat terlebih dahulu)

di roleplay yang kedua ini mereka belajar matematika (menghitung uang), PE (merangkak, berjalan di balok titian, naik turun tangga), BI (percakapan sederhana), science (perubahan wujud atau tekstur benda, dari yang belum matang ke yang sudah matang, perubahan warna masakan, lelehnya mentega jika terkena panas dari jagung yang baru dikukus dll)